Hola.
Aku mau cerita tentang aku dan dia sekarang. Simak ya ☺
Hubungan kami berlangsung hampir 6th. Aku dan dia memulainya ketika kami duduk dibangku kuliah.
Dia sahabatku.
Teman masa kecilku.
Dari TK-SD- SMP-SMA-awal perkuliahan kami selalu berhubungan yang pada saat itu adalah "teman".
Menjelang penghujung SMA kami berlomba mencari PTN terbaik. Entah kenapa, aku dan dia memutuskan untuk memilih PTN yang sama namun dengan jurusan yang berbeda.
Dia dengan Arsiteknya dan aku dengan dokterku. Tak pernah kulupa, kami berdua pergi menemui senior di PTN yang akan kami pilih untuk diberi wejangan. Lagilagi entah kenapa, kenapa harus berdua?
Alhasil, pengumuman keluar aku harus mencoba lagi dan dia dengan nasib baiknya: LULUS SNMPTN Arsitek UNDIP.
Aku? Belum rejekiku dikedokteran. π
Setelah melanglang buana mencari PTN, aku sampai dititik pasrah. Aku memutuskan kuliah di PTS jurusan Farmasi.
Aku dengan kehidupanku dan dia dengan kehidupannya.
Pada saat itu, aku punya pacar dan diapun juga punya pacar (pacar lamanya yang sempat putus lalu CLBK wkwk)
Aku dengan dia memang tidak pernah putus hubungan. Pertemanan kami selalu terjaga.
Waktu berlalu. Hubunganku kandas.
Selesainya hubunganku memang membuatku sedikit frustasi. Ya, layaknya anak alay pada umumnya. Selalu update status galau: facebook twitter bbm. Satu bulan berakhir hubunganku ternyata hubungannya juga berakhir. Sebelumnya, dia memang sering curhat denganku, mengenai pacarnya. Akupun sering menasehatinya untuk tetap mencoba mengerti pacarnya. Aku memang tidak tahu bagaimana hubungan mereka, hanya mereka yang tahu. Hingga akhirnya dia memutuskan mengakhiri hubungannya.
Awalnya hubungan kami juga masih seperti biasa. Chatting bbm, mention twitter, berbagi komentar di facebook; seperti teman pada umumnya.
Tidak pernah terlupa. Awal mula hubungan kami dimulai. Jangan ketawa ya wkwk memang agak absurd tapi yaa memang beginilah adanya.
Dia mengirim pesan, kirakira begini ⬇️
π¦ Udah makan belum?
π§ Belum
π¦ Kenapa? Kok belum?
π§ Habis, ga ada yang ngingetin aku makan.
π¦ Loh, kok gitu?
π§ Ga punya pacar sih..
π¦ Pacaran sama aku, mau?
π§ Iya mau
π¦ Jadi kita pacaran?
π§ Iya kita pacaran
π¦ Yaudah makan sana
π§ (otw makan)
Loh loh loh? Hahaha. Lucu yaπ
Dia paling males kalo diingetin momen ini. Malu katanyaπ
Segampang itu, semudah itu? Yaa.. itulah yang terjadi diawal hubungan kamiπ
Awalnya, ku kira hanya gurauan belaka, ternyata tidak. Aku salah.
Hubungan kami berlanjut sampai sekarang. Masuk tahun ke 6. Bersamasama berdua melewati hari, melalui suka duka pahit manisnya hubungan. Semua sudah dilalui.
Longdistance Relationship. Dari awal memulai hubungan dan sampai sekarang pun kami masih LDR. Huhuhu sedih yaπ
Tapi inilah yang selalu membuatku kuat.
Hubunhan kami memang tidak sama seperti hubungan orang lain pada umumnya. Kami hanya berkutat pada handphone dan laptop yang berteman dengan social media.
Lampung-Semarang
Lampung-Jakarta
Lampung-Gresik
Bandung-Jakarta
Bandung-Manna
Manna-Kaur--- InshaAllah menjadi lastLDR
"LDR mulu, gacapek apa?
Banyak yang bertanya. Udah tau capek ngapain nanya!"
Tapi aku selalu bersyukur. Walaupun LDR, kami tidak pernah sedikitpun lost contact. Karena, dia selalu bilang: sesibuk apapun, yang namanya prioritas ya pasti menyempatkan untuk menghubungi walau hanya 5detik.
Kalau ingin mengakhiri hubungan, selalu flashback, mengingat rumitnya hubungan, perjalanan panjang kami, sampai akhirnya kami berada di titik ini.
Dia dengan Arsiteknya dan aku dengan Apotekerku. Kami berhasil membanggakan orangtua dan keluarga kami dengan prestasi dan pencapaian yang kami peroleh saat ini.
Sekarang, yaa.. Kami memutuskan untuk menikah. Segera menikah. Tahun depan.
Kami ingin mempersiapkan pernikahan kami dengan baik. Aku selalu berdoa semoga segala sesuatunya berjalan dengan lancar.
Aku menyayanginya. Aku mencintainya. Dia pun sama sepertiku. Aku tau itu. Aku bisa merasakan setiap perlakuan yang dia lakukan kepadaku.
Aku suka saat dia sedang ada masalah, akulah tempat yang dicari nya untuk berbagi. Aku suka semua hal tentangnya bersamanya.
Menjelang hari bahagia kami nanti.
Aku ingin bulan bulan terakhir sebelum hari H tiba, kami bisa melewatinya dengan baik. Karena banyak yang bilang, menuju hari pernikahan ujian pernikahan banyak hal yang akan terjadi. Baik atau buruk. Orang orang terpilihlah yang bisa melewatinya. Aku ingin kami menjadi salah satu orang terpilih itu. Aku ingin kami berhasil melalui hari sulit kami dengan baik.
Aku ingin kami sampai di hari bahagia itu dengan sangat sangat bahagia dan bersyukur.
Wah wah ini cerita belum sepenuhnya kuceritain. Baru awal sama akhirnya doang. Next yaa.. π✌
Catatan kecil untuknya dariku:
Sayang, sesulit apapun hari yang kita hadapi kita lalui, percayalah. Kita pasti mampu kita pasti bisa melaluinya.
Kita selalu bersama cinta.
With love π
NV
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar