Tampilkan postingan dengan label Before M. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Before M. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2020

Before M #11

Manusia boleh berencana, tapi Allah yang menentukan..

Mungkin, kalimat ini yang tepat sebagai penguat hati untuk legowo.
Sebuah rencana indah yang sudah ditetapkan oleh dua keluarga dari jauh jauh hari, terpaksa harus ditunda.
Yaa, keadaan tidak memungkinkan terlaksananya resepsi dan ngunduh mantu..
Pandemi ini belum berakhir, covid 19 masih stay on di seluruh penjuru negeri. Mengharuskan semua hal yang sudah di plann list harus di tunda.. 

Tapi bersyukur alhamdulillah, Allah Maha Baik. Akad nikah masih akan tetap terlaksana InshaaAllah..

Dan pasti, rencana Allah pasti lebih indah..
Sedih kecewa marah berkecamuk didalam dada, tapi tidak apa. InshaaAllah sudah ikhlas. 
Dan percaya, rencana Allah pasti lebih indah.. 

H-8

:)

Kamis, 05 Maret 2020

Engagement Day

--- March 1, 2020 ---

Alhamdulillah.. Alhamdulillah
Tak henti mengucap syukur.
Lika liku pacaran, sampai ke peliknya ngurus ini itu pernikahan.
One step closer.. Finally
• Our Engagement Day •


Behind this beautiful and sweet videos, is 7 years of an exciting rollercoaster ride relationship and I know I have made one of my most amazing decisions in my life.
My choice always, my choice is to love @herutopanw no matter what πŸ’›
.
.
Supported by
.πŸ“Έ Amazing Photographer by @epanpebriyadi
.πŸ’„My lovely MUA n' Backdrop by @bucikdensi
. πŸ’… Beautiful Henna n' nails  by @larasatty25
.🎁 Awasome Ringbox by @seserahan_manna
.πŸ’ Sweet bouqet by @bukanmain_florist
.πŸ‘—by @indonesian_textille X Bunda Ami
.πŸ‘” by @indonesian_textille X President Tailor
.πŸ‘  Adore shoes by @adorableprojects
.🎡 Marry Your Daughter - Brian McKnight
.
.
Terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang sudah membantu mensukseskan acara bahagia kami. Dan kepada keluarga, saudara, sahabat, teman, tetangga dan semuanya yang sudah mendoakan yang baik-baik untuk kelancaran apapun untuk hubungan kami sampai hari H dan se, kami ucapkan sekali lagi, terimakasih. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semuanyaπŸ™
.
.
Dari kami yang berbahagia
HTW - NV

Minggu, 02 Februari 2020

Before M #10

"Komitmen itu bukan apa apa tanpa tindakan yang nyata" - Raditya Dika 2020

7th pacaran, 7th LDR-an nonstop.
Alhamdulillah.
One step closerπŸ’

Sabtu, 23 November 2019

Before M #9

Apalah aku jika tanpanya dihidupku?

Bertahun-tahun kujalani kulalui hari-hariku, suka dan duka lika liku kehidupan, dan dia...

Selalu menjadi saksi bisu. Oh bukan bukan. Dia saksi nyata.
Selalu menemani, membantu, menunggu, mensupport, menguatkan, dan terkadang menyelesaikan setiap persoalan.

Pacar siaga menuju suami siaga πŸ’•

Ya ya, aku tau. Iyaa, aku tau.
Dia selalu ada saat aku kesusahan, pun dia juga yg selalu ada ketika ku memperoleh pencapaian.

Tanpanya? Apalah aku..
Memang benar, cinta yg bertahun tahun itu bukan tentang "I want you" tapi lebih ke "I need you".
Its true.

Selasa, 05 November 2019

Before M #8

4 November 2019

Alhamdulillah, seperempat abad.
"RESTU" kedua orangtua kita menjadi kado terindah dalam hidupku.

Cant wait!

H - sekian

Sabtu, 05 Oktober 2019

Before M #7

27 September 2019

Tepat 6th kita bersama. Melalui hari-hari dengan LDR.
Hubungan yg memang dari awal sudah dimulai dengan LDR.
Perjalanan panjang yang kita lewati, hari ini kita masih bersama-sama berjuang.
Hingga saatnya tiba.
Aku selalu ingat, kamu selalu berkata padaku "sabar sayang, LDR tidak selamanya". Kalimat yang selalu menjadi penguatku. Yang selalu memotivasi, ada lelaki yang selalu menungguku disana.
Hari ini, memang kita masih terpisah, tapi LDR ini pasti ada ujungnya.
Hari H semakin dekat sayang, selalu saling menguatkan ya sayangku.
Kita pasti bisa melewatinya. Bertahun-tahun terlalui dengan sempurna, apalah artinya yang hanya tersisa beberapa bulan ini?
Kita akan menjadi orang yang paling bahagia, sampai hari itu tiba. :) 

Keep romantic bae.
Love

nV

Jumat, 17 Mei 2019

Before M #6

Jangan nyerah ya!

H-sekian
Memang benar kata orang tua dan tetua, sebelum hari H memang akan banyak sekali godaan, cobaan, sebelum menikah.
You know what i mind.
Banyak hal.
Banyak sekali.
Dan yang paling sering terjadi adalah, frekuensi perdebatan pertengkaran yang dipicu oleh mempertahankan argumen masing masing.
Padahal yang dipertahankan sebenarnga bukan argumen tidak lain dan tidak bukan adalag ego masing masing pihak.
Hal kecil yang dibesarkan.
Hal penting yang dianggap enteng.
Kurangnya pemahaman.
Saling menyalahkan.
Tidak mau mengerti pihak yang lain.
Namun, yakinlah dan percayalah.
Kata orang, semakin memantapkan semakin akan goyah.
Kuncinya adalah sabar dan flashback.
Bagaimana perjuangan sebelum sebelumnya hingga sampai di titik ini berdua, berasama sama.

Memang benar. Ya. Ya. Ya.
Yang menulis belum menikah. Tapi akan segera. Jelas makanya judul nya "Before M" kalau sudah ya pasti "After M" wkwk

Iyaps. Aku disini juga sedang berjuang melawan ego. Mencoba mengerti setiap keadaan posisi masing masing.
Mencoba lebih memahami setiap hal yang terjadi.
Berjuang bersama demi kelancaran hari adalah hal yang sangat diimpikan.
Harus saling mengerti.

Ctt vo youh:
✅Jangan nyerah ya
✅Kita pasti bisa melewatinya
✅"M"sudah didepan mata, semangat ya!

With love,
NV
πŸ’›

Minggu, 12 Mei 2019

Before M #5

Hola.
Aku mau cerita tentang aku dan dia sekarang. Simak ya ☺

Hubungan kami berlangsung hampir 6th. Aku dan dia memulainya ketika kami duduk dibangku kuliah.
Dia sahabatku.
Teman masa kecilku.
Dari TK-SD- SMP-SMA-awal perkuliahan kami selalu berhubungan yang pada saat itu adalah "teman".
Menjelang penghujung SMA kami berlomba mencari PTN terbaik. Entah kenapa, aku dan dia memutuskan untuk memilih PTN yang sama namun dengan jurusan yang berbeda.
Dia dengan Arsiteknya dan aku dengan dokterku. Tak pernah kulupa, kami berdua pergi menemui senior di PTN yang akan kami pilih untuk diberi wejangan. Lagilagi entah kenapa, kenapa harus berdua?
Alhasil, pengumuman keluar aku harus mencoba lagi dan dia dengan nasib baiknya: LULUS SNMPTN Arsitek UNDIP.
Aku? Belum rejekiku dikedokteran. 😊
Setelah melanglang buana mencari PTN, aku sampai dititik pasrah. Aku memutuskan kuliah di PTS jurusan Farmasi.

Aku dengan kehidupanku dan dia dengan kehidupannya.
Pada saat itu, aku punya pacar dan diapun juga punya pacar (pacar lamanya yang sempat putus lalu CLBK wkwk)
Aku dengan dia memang tidak pernah putus hubungan. Pertemanan kami selalu terjaga.

Waktu berlalu. Hubunganku kandas.
Selesainya hubunganku memang membuatku sedikit frustasi. Ya, layaknya anak alay pada umumnya. Selalu update status galau: facebook twitter bbm. Satu bulan berakhir hubunganku ternyata hubungannya juga berakhir. Sebelumnya, dia memang sering curhat denganku, mengenai pacarnya. Akupun sering menasehatinya untuk tetap mencoba mengerti pacarnya. Aku memang tidak tahu bagaimana hubungan mereka, hanya mereka yang tahu. Hingga akhirnya dia memutuskan mengakhiri hubungannya.
Awalnya hubungan kami juga masih seperti biasa. Chatting bbm, mention twitter, berbagi komentar di facebook; seperti teman pada umumnya.

Tidak pernah terlupa. Awal mula hubungan kami dimulai. Jangan ketawa ya wkwk memang agak absurd tapi yaa memang beginilah adanya.
Dia mengirim pesan, kirakira begini ⬇️
πŸ‘¦ Udah makan belum?
πŸ‘§ Belum
πŸ‘¦ Kenapa? Kok belum?
πŸ‘§ Habis, ga ada yang ngingetin aku makan.
πŸ‘¦ Loh, kok gitu?
πŸ‘§ Ga punya pacar sih..
πŸ‘¦ Pacaran sama aku, mau?
πŸ‘§ Iya mau
πŸ‘¦ Jadi kita pacaran?
πŸ‘§ Iya kita pacaran
πŸ‘¦ Yaudah makan sana
πŸ‘§ (otw makan)

Loh loh loh? Hahaha. Lucu yaπŸ˜†
Dia paling males kalo diingetin momen ini. Malu katanyaπŸ˜‚
Segampang itu, semudah itu? Yaa.. itulah yang terjadi diawal hubungan kamiπŸ˜‹

Awalnya, ku kira hanya gurauan belaka, ternyata tidak. Aku salah.
Hubungan kami berlanjut sampai sekarang. Masuk tahun ke 6. Bersamasama berdua melewati hari, melalui suka duka pahit manisnya hubungan. Semua sudah dilalui.

Longdistance Relationship. Dari awal memulai hubungan dan sampai sekarang pun kami masih LDR. Huhuhu sedih ya😭
Tapi inilah yang selalu membuatku kuat.
Hubunhan kami memang tidak sama seperti hubungan orang lain pada umumnya. Kami hanya berkutat pada handphone dan laptop yang berteman dengan social media.
Lampung-Semarang
Lampung-Jakarta
Lampung-Gresik
Bandung-Jakarta
Bandung-Manna
Manna-Kaur--- InshaAllah menjadi lastLDR

"LDR mulu, gacapek apa?
Banyak yang bertanya. Udah tau capek ngapain nanya!"

Tapi aku selalu bersyukur. Walaupun LDR, kami tidak pernah sedikitpun lost contact. Karena, dia selalu bilang: sesibuk apapun, yang namanya prioritas ya pasti menyempatkan untuk menghubungi walau hanya 5detik.

Kalau ingin mengakhiri hubungan, selalu flashback, mengingat rumitnya hubungan, perjalanan panjang kami, sampai akhirnya kami berada di titik ini.
Dia dengan Arsiteknya dan aku dengan Apotekerku. Kami berhasil membanggakan orangtua dan keluarga kami dengan prestasi dan pencapaian yang kami peroleh saat ini.

Sekarang, yaa.. Kami memutuskan untuk menikah. Segera menikah. Tahun depan.
Kami ingin mempersiapkan pernikahan kami dengan baik. Aku selalu berdoa semoga segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Aku menyayanginya. Aku mencintainya. Dia pun sama sepertiku. Aku tau itu. Aku bisa merasakan setiap perlakuan yang dia lakukan kepadaku.
Aku suka saat dia sedang ada masalah, akulah tempat yang dicari nya untuk berbagi. Aku suka semua hal tentangnya bersamanya.

Menjelang hari bahagia kami nanti.
Aku ingin bulan bulan terakhir sebelum hari H tiba, kami bisa melewatinya dengan baik. Karena banyak yang bilang, menuju hari pernikahan ujian pernikahan banyak hal yang akan terjadi. Baik atau buruk. Orang orang terpilihlah yang bisa melewatinya. Aku ingin kami menjadi salah satu orang terpilih itu. Aku ingin kami berhasil melalui hari sulit kami dengan baik.
Aku ingin kami sampai di hari bahagia itu dengan sangat sangat bahagia dan bersyukur.

Wah wah ini cerita belum sepenuhnya kuceritain. Baru awal sama akhirnya doang. Next yaa.. 😊✌

Catatan kecil untuknya dariku:
Sayang, sesulit apapun hari yang kita hadapi kita lalui, percayalah. Kita pasti mampu kita pasti bisa melaluinya.
Kita selalu bersama cinta.

With love πŸ’›
NV

Sabtu, 23 Maret 2019

Before M #3

Hei.
Udah jilid 3 aja nih. Hahaha
Entah kenapa akhir akhir ini jadi sering menulis. Tak ingin menulis di media sosial, terlalu mainstream, mending nulisnya disini aja ya hehehe
Aku suka bercerita. Bercerita sendiri.
Mulai dari jaman masih ku ingusan kisaran masih disekolah dasar sampai kuliah ketika kumemulai hubungan denganmu, ku berhenti menulis diary.
Kenapa yaa? Yaa.. mungkin karena kuterlalu sibuk bahagia? Sampai diaryku terlupakan.

Aku ingin berbagi bahagia, berbagi cerita dengan tulisan ini. Sederhana memang, tapi taukah kau kumenikmati ini. Mungkin seharusnya ku dijurusan sastra ya bukan farmasi.

Kau tau? Hal yang paling membahagiakan dalam hidupku tentangmu ada 2 hal. Yang pertama, 24 juni 2016 menyaksikan kelulusanmu menjadi sarjana arsitek. Dan nanti 26Maret 2019 melihatmu menerima SK CPNS. Terharu dan bangga pastinya. Aku tidak bisa berkata kata hanya syukur yang bisa kupanjatkan pastinya.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah.
Perjuangan panjang, berjuang bersama selama ini. Akhirnya... Alhamdulillah..
Aku pernah membaca quotes anonim, yang intinya dapat kusimpulkan bahwa aku sudah lulus ujian, aku berhasil menghantarkanmu menemanimu menggapai kesuksesanmu, menuju pencapaianmu saat ini, tanpa lelah.

Menuju 6tahun bersama sebelum menikah, inshaaALLAH kita berdua kan tumbuh bersama mendewasakan diri menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi, demi hubungan kita demi mimpi kita.
Doaku selalu tercurah demi kelancaran hari H kita nantinya.

Next ya, aku cerita perjalanan panjang hubungan kita. Biar kita sama sama ingat.

Salam sayang 😘
NV

Before M

Aku suka.
Aku suka mendengarmu bercerita mengenai masa depan. Menyimak celotehanmu tentang ini dan itu, tentang banyak hal. Terkadang aku terpana, termangu memandangi wajahmu ketika bercerita. Entah kenapa aku suka.
Kadang cerita mengenai anak anak kita nanti, kadang mengenai furniture rumah, kadang mengenai suasana rumah.
Dan aku suka, bahkan seringkali kunanti pertanyaan pertanyaanmu yang menanyakan inginku. Seperti mau warna cat kamar cat rumah apa, halaman belakang, jumlah kamar dan hal hal kecil lainnya. Walaupun, ketika kuutarakan inginku yang sesuai dengan seleraku yg seringkali aneh, kaupun mengeluarkan jurus andalanmu: "Udah, terima beres aja. Aku arsiteknya."
Kalau sudah dibilang seperti itu, mau dikata apa lagi? Memang dia yang arsitek, aku kan apoteker. Kuhanya terdiam, lalu tertawa dan kita tertawa. Dalam hatiku "awas saja ya kalau membahas tentang kesehatan, akan ku jawab, udah terima beres aja aku apotekernya." Tapi ngomongnya harus dg nada sombong biar kamu kesal. Hahaha

Aku suka melihatmu kewalahan dengan pertanyaan pertanyaanku. Aku suka mendengar jawabanmu yang walaupun tanpa kau jawabpun aku sudah tau jawabannya. Hahaha. Iya iya benar, aku hanya ingin mendengar dari mulutmu saja.

Aku pernah bertanya. Satu tahun dari sekarang, sebelum kita menikah. Berapa persen keyakinanmu untuk menikah denganku, satu tahun dari sekarang. Jawabanmu pun, 98%. Aku terkejut. Apa? Kenapa? Sedangkan aku 100%. Mau bagaimanapun, seperti apa, pernikahan akan tetap terjadi. Tapi akhirnya aku sadar. Tidak. Ternyata tidak. 2% terbagi, 1% jika ku berpaling, dan sisanya jika kita dipisahkan Yang Maha Kuasa. Hahaha. Rasanya tidak mungkin. Hampir 6th kita jalani hubungan ini, sekalipun tak pernah kumengkhianati hubungan ini walaupun hanya sekedar berniat. Kaupun tertawa ketika kusanggah. 99% inshaa allah katanya. Aamiin aamiin aamiin. Doaku selalu kupanjatkan untuk selalu dimudahkan jalan kita oleh Allah.

Ada satu hal yang membuatku sangat bahagia, ketika terlontar dari mulutnya "Ami". Iya, ami. Ami itu panggilan untuk seorang ibu, ya panggilan untukku nanti yang sangat kudambakan kuidamkan dari dahulu kala. Aku ingin dipanggil Ami oleh anak-anakku kelak. Dan dengan jelas kudengar kata itu terlontar dari mulutmu. 3huruf dengan makna mendalam. Aku suka.

Aku suka berkhayal. Tentang nanti. Tentang kita. Aku suka setiap obrolan kita yang selalu sahut-sahutan mempragakan bagaimana "jika nanti".
Aku selalu menikmati setiap momennya.

Bagaimanapun kita, sampai saatnya tiba. I will always here for you. We will always together. Ya, sampai saatnya tiba, bagaimanapun kita.


Cheers 🍻
NV