Jadikan aku rumah. Bukan hanya utk melepas lelah, tapi juga satu-satunya alasan betapa pentingnya untuk pulang. Bukan karena keharusan, melainkan dipelukanku kamu merasa nyaman. - Granita
Ini adalah sebuah tweet dari salah satu selebtwit Indonesia. Tengah malam kubaca, tweet ini menghiasi timeline ku.
Tweet sederhana namun berjuta makna, memiliki arti yang sangat dalam.
Tanpa kusadari, air mataku menetes. Selebay itukah? Tidak. Ini bukan kelebayan. Ini ungkapan rasa syukurku karena sampai saat ini memilikimu.
For me, i am so lucky to have you. And i am happy now, forevaah :)
Tampilkan postingan dengan label DRAF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DRAF. Tampilkan semua postingan
Jumat, 31 Mei 2019
Jumat, 17 Mei 2019
Keep talking
Cant talk anymore.
.
.
.
.
Sungguh. Aku kehabisan kata kata.
Mulut terkunci. Bibir terdiam.
Sepatah katapun tak terlintas.
Salahku. Salahku. Salahku.
This is your fault. Your fault.
Wake up!
Fix this all right away. Right now nv!
.
.
.
.
Sungguh. Aku kehabisan kata kata.
Mulut terkunci. Bibir terdiam.
Sepatah katapun tak terlintas.
Salahku. Salahku. Salahku.
This is your fault. Your fault.
Wake up!
Fix this all right away. Right now nv!
Jumat, 19 April 2019
May.
Mungkin.
Bertahun tahun bersama, melewati hari bersamasama, mungkin.
Mungkin, aku masih sering membuatmu kecewa.
Mungkin gejolak kan selalu ada.
Kadang amarah masih sering menghantui hubungan kita.
Mungkin, masih banyak hal yang harus lebih kita pelajari untuk hari esok yang lebih baik.
Demi hubungan kita.
Aku.
Aku ingin dicinta dan mencinta.
Aku ingin bahagia dan membahagiakan.
Aku ingin menjadi satu satu nya yang lebih mengertimu, memahamimu.
Aku ingin menjadi tempat yang kau cari saat kau butuh sandaran dan tempat untuk berbagi.
Aku ingin menjadi tempatmu pulang.
Aku ingin menjadi rumah untukmu.
Kita.
Kita mungkin perlu berbicara.
Kita mungkin perlu lebih menyisihkan waktu.
Kita mungkin harus lebih saling mengerti.
Kita mungkin harus lebih memasang telinga, didengarkan dan mendengarkan
Terkadang.
Terkadang aku sering membuatmu kesal.
Terkadang tingkahku sering diluar pikirmu.
Terkadang seringkali aku membuatmu muak.
Namun.
Namun tetaplah tinggal semarah apapun
Tetaplah disisiku jangan kau pergi menghindar sebesar apapun masalah yang terjadi.
Mari.
Mari kita hadapi bersama.
Mari berubah bersama.
Bantu aku menjadi yang lebih baik.
Beri aku pelajaran jika ku sudah melewati batas.
Karena.
Karena aku ingin dan selalu menjadi satu satunya dihati dan dihidupmu.
Katena aku ingin menjadi yang terbaik bagimu.
Karena aku ingin menjadi yang terakhir dalam hidupmu
💛
Bertahun tahun bersama, melewati hari bersamasama, mungkin.
Mungkin, aku masih sering membuatmu kecewa.
Mungkin gejolak kan selalu ada.
Kadang amarah masih sering menghantui hubungan kita.
Mungkin, masih banyak hal yang harus lebih kita pelajari untuk hari esok yang lebih baik.
Demi hubungan kita.
Aku.
Aku ingin dicinta dan mencinta.
Aku ingin bahagia dan membahagiakan.
Aku ingin menjadi satu satu nya yang lebih mengertimu, memahamimu.
Aku ingin menjadi tempat yang kau cari saat kau butuh sandaran dan tempat untuk berbagi.
Aku ingin menjadi tempatmu pulang.
Aku ingin menjadi rumah untukmu.
Kita.
Kita mungkin perlu berbicara.
Kita mungkin perlu lebih menyisihkan waktu.
Kita mungkin harus lebih saling mengerti.
Kita mungkin harus lebih memasang telinga, didengarkan dan mendengarkan
Terkadang.
Terkadang aku sering membuatmu kesal.
Terkadang tingkahku sering diluar pikirmu.
Terkadang seringkali aku membuatmu muak.
Namun.
Namun tetaplah tinggal semarah apapun
Tetaplah disisiku jangan kau pergi menghindar sebesar apapun masalah yang terjadi.
Mari.
Mari kita hadapi bersama.
Mari berubah bersama.
Bantu aku menjadi yang lebih baik.
Beri aku pelajaran jika ku sudah melewati batas.
Karena.
Karena aku ingin dan selalu menjadi satu satunya dihati dan dihidupmu.
Katena aku ingin menjadi yang terbaik bagimu.
Karena aku ingin menjadi yang terakhir dalam hidupmu
💛
Rabu, 27 Maret 2019
Sabtu, 09 Maret 2019
Ma Anxiety
Dalam mimpi ku teringat,
Dalam tidur ku terjaga,
Dalam bangun ku terpaku.
Akankah laraku saat ini juga kau alami?
Bertuankah gelisah yang bergejolak ini?
Benarkah semua yang terjadi?
Tidak.
Tidak.
Ini tidak benar.
Sabtu, 02 Februari 2019
Be patient ~
Bersabarlah walau dunia tak seperti yang kau harapkan
Bersabarlah meski hari tak seindah yang kau impikan
Bersabarlah pelangi yang indah pun
harus melewati hujan badai tuk bersinar
Bersabarlah yang terbaik akan selalu tinggal dan selalu ada
Bersabarlah seberat apapun yang kau alami hari ini, semuanya pasti kan berakhir
Bersabarlah semua kan indah pada waktunya
Bersabarlah.
Bersabarlah.
Bersabarlah meski hari tak seindah yang kau impikan
Bersabarlah pelangi yang indah pun
harus melewati hujan badai tuk bersinar
Bersabarlah yang terbaik akan selalu tinggal dan selalu ada
Bersabarlah seberat apapun yang kau alami hari ini, semuanya pasti kan berakhir
Bersabarlah semua kan indah pada waktunya
Bersabarlah.
Bersabarlah.
- Bersabarlah
Selasa, 18 Desember 2018
Handline
We never know what will happen tomorrow.
One thing we can do is,
always be and give the best, whatever it is.
Good or bad, everything is fate.
Hope is always there,
but fate determines everything.
Sometimes, what happens is not what we expect.
However, maybe it is the best.
Because, at least we have tried
as much as possible even though fate
has been outlined.
🙂
One thing we can do is,
always be and give the best, whatever it is.
Good or bad, everything is fate.
Hope is always there,
but fate determines everything.
Sometimes, what happens is not what we expect.
However, maybe it is the best.
Because, at least we have tried
as much as possible even though fate
has been outlined.
🙂
Jumat, 30 November 2018
I see
The dreams will come true.
One by one
Step by step
Slowly but everything will pass
and everything will come true.
I believe it.
Our dreams will come true.
Its coming soon.
I see.
One by one
Step by step
Slowly but everything will pass
and everything will come true.
I believe it.
Our dreams will come true.
Its coming soon.
I see.
Kamis, 01 November 2018
Unusual way
Membawa tanda tanya dalam setiap rebah
Pergi menghindar karena ribut seolah tak berujung
Secercah tangis terkadang mengais kalbu
Pedih terasa ternyata memang adanya
Harap yang takkan pernah sirna
Haruskah meraung meminta?
Pergi menghindar karena ribut seolah tak berujung
Secercah tangis terkadang mengais kalbu
Pedih terasa ternyata memang adanya
Harap yang takkan pernah sirna
Haruskah meraung meminta?
Rabu, 06 November 2013
Prolog Lika Liku si Merah
30 Agustus 2013.
Angin berhembus.
Riuk gemuruh ombak.
Matahari terbenam
Pelangi Senja di Bumi Rafflesia.
Tapak Paderi di Pantai Panjang.
Aku masih saja duduk
diantara pasir-pasir putih bersandarkan pohon cemara yang setia menemaniku.
Tempat ini masih seperti yang dulu. Masih seperti satu tahun yang lalu.
Terakhir aku menikmati keindahan matahari terbenam bersamanya. Ya, bersamanya.
Tempat ini memang menyimpan berjuta kenangan, kenangan bersamanya. Disana, di
atas Benteng Malborough tempat dia selalu mengucap kata cinta, ribuan untaian
sajak pernah diutarakannya padaku. Benteng itu selalu menjadi saksi bisu. Tapi
itu dulu, saat cinta itu masih ada. Sebelum semuanya hanya menjadi kenangan.
Yang aku tidak tau harus bahagia karena sudah bisa melupakannya atau sedih
karena harus mengingat kenangan indah yang terlalu sakit jika harus diingat?
Entahlah..
Kucuba memejamkan mata,
mencoba mengingat kenangan-kenangan yang pernah kulewati bersamanya, ditanah
ini, ditempat dimana aku berpijak. Bumi Rafflesia.
Andai waktu bisa kuputar
kembali, ingin kunikmati masa-masa itu. Masa dimana aku masih bersahabat dengan
gemuruh ombak dan leluasa mengitari pantai Panjang ini bersamanya. Menikmati
matahari terbenam, berlari-lari kecil saat canda tawa masih milik kami berdua.
Sekarang? ~
Ukiran nama dipohon ini
masih ada, namaku dan dia. Dia yang mengukirnya. Aku masih ingat betul saat aku
mengukir nama kami dipasir, dan ombak menghapus nya. Lalu dia berjalan menuju
sebuah pohon, pohon cemara yang kokoh, mengukir namaku dan dia. Dia bilang,
biar ga bisa ada yang ngapus lagi. Kecuali kalau ada yg menebang pohon itu,
hilanglah semuanya.
Dan kini? Kini kurasakan
pohon itu sudah tumbang terterpa angin walaupun
bentuknya masih ada berdiri kokoh melawan angin. Ya, itulah yang aku
rasakan..
Langganan:
Postingan (Atom)



